BUPATI SENO SAMUDRO MASUK NOMINASI LEADERSHIP AWARD KEMENDAGRI

BUPATI SENO SAMUDRO MASUK NOMINASI LEADERSHIP AWARD KEMENDAGRI
Posted in Informasi
Posted on: October 27th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI : Bupati Boyolali, Seno Samodro masuk nominasi peraih “Leadership Award 2017” dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tim Leadership Award Kemendagri, yang dipimpin Prof. R Siti Zuhro,  melakukan kunjungan langsung ke Boyolali untuk melakukan penilaian terhadap Bupati Seno Samodro, Jumat (27/10/2017).

Kegiatan yang dilangsungkan di Ruang Merbabu, Kantor Bupati Boyolali, melibatkan berbagai pihak seperti jajaran Forkompimda, jajaran DPRD, tokoh agama, tokoh masyarakat, wartawan, serta jajaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Boyolali. Mereka selain diminta mengisi kuisioner terkait kepemimpinan Bupati Seno Samodro, tim penilai juga melakukan dialog langsung dengan responden.

Terkait penilaian ini, Siti mengatakan di Jawa Tengah hanya ada dua yang masuk nominasi yakni Bupati Boyolali dan Bupati Kudus. Penilaian jelas dia, dilakukan dengan sangat ketat dan berlapis-lapis. Selain berdasarkan data-data sekunder, termasuk dari tracking berita media dan data sekunder lainnya, pihaknya juga datang langsung untuk menilai kepala daerah yang bersangkutan.

“Seleksi sangat ketat dan berlapis, dari data-data yang ada dikonfirmasi baru kemudian diseleksi dan untuk memantapkan penilaian harus datang melihat sendiri dalam berbagai perspektif, baik birokrasi mapun sosial,” papar Siti.

Indikator penilaian antara lain, visioner, kapabilitas, akseptabilitas, integritas, hingga gaya kepemimpinan. Selain itu, ada juga penilaian aspek kepemimpinan sosial, seperti aspek kejujuran, transparan, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, dan kesantunan.

Siti menegaskan, nilai integritas merupakan hal yang tidak bisa ditawar. Pihaknya tidak ingin ceroboh dalam melakukan penilaian dan benar-benar memastikan integritas kepala daerah yang bersangkutan. Menurut dia, penilaian kompetensi dan kapabilitas serta kapasitas sebagai eksekutif harus ada bukti-bukti empirik yang didukung dengan berbagai hal lainnya. Termasuk bagaimana penerimaan masyarakat dan perspektif secara menyeluruh, sehingga tidak hanya diakui oleh jajaran birokrasi saja tetapi juga oleh masyarakat.

“Kami tidak boleh ceroboh dalam menilai, jangan sampai terjadi baru saja diberikan award ternyata besoknya kena operasi tangkap tangan (OTT).  Jadi integritas kepala daerah yang dinilai itu tidak bisa ditawar,” tegas dia.

Sementara itu tim penilai berlum berkesempatan bertemu langsung dengan Bupati Seno Samodro, yang pada saat sama tengah menerima penghargaan di Jakarta. Bupati Seno Samodro juga masuk nominasi sebagai innovatif government.

Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M Said Hidayat dalam menyambut tim penilai menyampaikan koresponden yang dilibatkan berasal dari berbagai kalangan. Mereka memberikan pendapat terkait kepemimpinan Bupati Seno Samodro tanpa paksaan dan menilai apa adanya.

Wabup mengungkapkan, kepemimpinan Seno Samodro sebagai bupati dilakukan dengan penuh semangat inovatif dan disertai percepatan. Terkait penilaian, sepenuhnya diserahkan kepada tim penilai dan pihaknya tidak ikut campur.

“Responden memberikan pendapat secara obyektif tanpa paksaan, menilai apa adanya. Karena kita sadar tidak akan mampu untuk melihat diri kita sendiri seluruhnya. Namun kepemimpinan Bupapati Seno Samodro dijalankan penuh dengan semangat inovasi dan percepatan,” jelas Wabup. (ARB)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top