BUPATI SENO : GEDUNG SAPI NDEKEM REPRESENTASIKAN BOYOLALI SEBAGAI KOTA SUSU

BUPATI SENO : GEDUNG SAPI NDEKEM REPRESENTASIKAN BOYOLALI SEBAGAI KOTA SUSU
Posted in Informasi
Posted on: August 16th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Salah satu ikon Boyolali yang berbentuk sapi dalam ukuran raksasa yang berada di Kompleks Gedung Setda, Boyolali atau di sisi utara Alun-alun Kidul Boyolali kini cukup menyedot perhatian masyarakat. Bangunan dengan nama Lembu Sora ini, setiap harinya tak pernah sepi pengunjung. Sapi Ndekem sebutan lain bangunan tersebut secara fisik memiliki tinggi 11 meter dengan luas bangunan 160 m2 tersebut, dibangun di areal tanah seluas 18×12 meter.

Gedung tersebut sejatinya dibangun sebagai gedung yang representatif untuk menerima kunjungan tamu daerah, terutama tamu VIP dari luar kota, yang berkunjung ke Boyolali. Sehingga di dalam “perut” sapi ndekem tersebut, tersedia ruangan laiknya gedung bioskop berisi 48 kursi yang menghadap layar monitor berukuran besar.

Namun saat ini terdapat isu atas keberadaan gedung tersebut sebagai bangunan berhala. Hal tersebut merujuk beberapa kondisi sosial yang sedang tren pada saat ini. Menyikapi hal tersebut, Bupati Boyolali, Seno Samodro selaku penggagas dibangunnya Sapi Ndekem tersebut angkat bicara.

“Maybye yes, itu di jaman jahiliyah menganggap sapi sebagai berhala. Kemudian sapi sebagai simbol suci dari agama tertentu. Jadi topiknya bergeser,” terangnya di Taman Siaga, Senin (15/8) sore. Bupati Seno tidak mau berdebat mengingat gedung sapi yang dibangun tersebut berawal dari ide Boyolali sebagai kota susu, sementara susu berasal dari sapi.

“Jadi berbeda konteksnya, locusnya berbeda. [Jadi] hal itu tidak perlu diperpanjang. Sapi di Boyolali tidak sakral, namun dipelihara dan diperah susunya. Itu yang mereperentasikan saya untuk menjadikan sebuah ikon,” imbuhnya.

Sementara Rabu (16/8) siang, Sapi Ndekem tidak juga sepi dari pengunjung. Sejumlah pengunjung memanfaatkannya dengan berfoto dengan latar gedung tersebut sambil mengungkapkan rasa kagumnya. Salah satunya, Agus Wahyudi yang mengunjungi gedung Sapi Ndekem tersebut bersama anggota keluarganya.

“Ciri khas Boyolali adalah kota susu jadi sapi sebagai maskot Boyolali,” terang warga Juwangi yang mampir di Kompleks Perkantoran Terpadu ini setelah melaksnakan kewajiban membayar pajak kendaraan di Samsat Boyolali ini.

Selanjutnya Ia menambahkan tidak setuju jika ada pihak yang menganggap gedung Lembu Sora ini sebagai manifestasi sebuah berhala atau pelecehan atas agama tertentu. “Saya tidak setuju. Gedung ini menjadi kebanggaan warga Boyolali, saya yang dari Juwangi pengen ngerti sapi ini,” pungkas Yudi, sapaan akrabnya. (mjk/dst)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top