BUPATI HARAP TPAKD PERMUDAH MASYARAKAT MENGAKSES KEUANGAN

BUPATI HARAP TPAKD PERMUDAH MASYARAKAT MENGAKSES KEUANGAN
Posted in Informasi
Posted on: July 25th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Permodalan menjadi satu faktor penting peningkatan produktifitas dan kapasitas usaha masyarakat. Secara umum saat ini banyak lembaga layanan keuangan tersedia yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Namun saat ini sebagian besar mayarakat tidak memahami dan memanfaatkan lembaga tersebut. Salah satu langkah yang harus ditempuh lembaga keuangan saat ini harus aktif menawarkan kepada masyarakat.

 Hal tersebut disampaikan Bupati Boyolali, Seno Samodro dalam acara Sosialisasi Pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Pendapa Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali, Selasa (25/7). “Peluang sangat besar, perbankan harus aktif menawarakan agar duite payu,” ungkapnya. Selain itu Bupati Seno juga meminta agar lembaga keuangan dimaksud dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat. Untuk itu perlu adanya terobosan agar akses keuangan sehingga lebih produktif bagi masyarakat.

 Atas dasar hal tersebut, agar masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan keuangan dengan baik dan cepat, Otoritas Jasa Keunagan (OJK) meminta pemerintah daerah membentuk TPAKD. TPAKD merupakan forum koordinasi antar-instansi dan pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan dan mempercepat akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

 Seperti dijelaskan Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) dan EPK OJK Solo, Tito Adji Siswantoro dalam paparannya di hadapan peserta sosialisasi. “TPAKD lahir dari kondisi di masyarakat yang membutuhkan akses keuangan untuk keperluan pribadi, keluarga maupun usaha,” ungkap Tito.

 Disinggung apa yang disapaikan Bupati Boyolali agar lembaga keuangan memberikan kemudahan, Tito juga berharap hal sama. “Jadi hal-hal yang membuat masyarakat merasa ribet, lembaga jasa keuangan bisa mempermudah persyaratan-persyaratan,” imbuh Tito. Sebagai contoh, jika terdapat kredit di bawah Rp 2 juta, agar syarat-syaratanya tidak perlu jaminan. Namun demikian pihaknya juga tetap meminta SOP perbankan tidak dilanggar.

 Saat ini di wilayah Soloraya, TPAKD baru terbentuk di Solo. Untuk itu pihaknya berharap TPAKD di Boyolali dapat terbentuk di tahun 2017. Hal-hal yang perlu dilakukan TPAKD antara lain memberikan sosialisasi kepada semau pihak dan masyarakat. Masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai proses-proses kredit keuangan, cara aman mencari pinjaman modal di perbankan dan pengenalan produk-produk perbankan dan keuangan lainnya. (*mjk/epn).

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top