BOYOLALI TERPILIH SEBAGAI MODEL REPLIKASI INOVASI BIDANG PERIZINAN

BOYOLALI TERPILIH SEBAGAI MODEL REPLIKASI INOVASI BIDANG PERIZINAN
Posted in Informasi
Posted on: July 11th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Inovasi dalam pelayanan perizinan di Kabupaten Boyolali telah diakui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Atas hal tersebut, Pusat Litbang Inovasi Daerah Balitbang Kemendagri memilih Boyolali sebagai model inovasi daerah bidang perizinan. Replikasi model pelayanan perizinan tersebut akan diterapkan di Kabupaten Musi RAHASIA,  Sumatera Selatan dan Kabupaten Lebaran,  Banten. Penerapan replikasi model tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Boyolali dengan Pemkab Musi Rawas dan Pemkab Lebak, di Ruang Merbabu Kantor Bupati Boyolali, Selasa (11/7) siang. Yang melakukan nota kesepahaman dari Boyolali oleh Bupati Boyolali, Seno Samdoro sementara dari Pemkab Musi Rawas oleh Bupati Musi Rawas, Hendra Gunawan. Kemudian dari Kabupaten Lebak diwakili Kepala DPMPTSP Kabupaten Lebak, Wahab Rahmat.

Program tersebut merupakan prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas perizinan di daerah tertinggal. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah Balitbang Kemendagri, Rochayati Basra disela acara. “Replikasi model inovasi daerah bidang pelayanan perizinan dalam rangka meningkatkan kualitas perizinan dan mewujudkan efisiensi, efektifitas dan sinergitas dalam penyediaan pelayanan umum kepada masyarakat di bidang perizinan dan peningkatan investasi,” ungkap perempuan yang akrab disapa Roro tersebut.

Replikasi tersebut diharapkan dapat membuat daerah tertinggal sejajar dengan daerah lain. Selanjutnya Roro menambahkan, inovasi di Boyolali yang akan diterapkan telah melalui kajian terlebih dahulu. Jadi inovasi tersebut tidak secara utuh diterapkan di daerah yang menjadi model replikasi.

Kemendagri akan menerapkan aplikasi yang sesuai dengan kondisi geografis dan sosial yang sesuai dengan Boyolali. Musi Rawas dan Lebak merupakan dua dari 122 daerah di Indonesia yang menurut Kemendagri merupakan daerah tertinggal. “Boyolali sudah direkayasa dan dikaji, dilihat dan dipadukan memang pas,” imbuh Roro.

Inovasi yang diterapkan menurut Roro tidak melulu teknologi tapi juga terkait kebijakan dan sosial. Tiga hal tersebut akan menjadi kesatuan sehingga akan diketahui kepuasan masyarakat terhadap pelayanan oleh pemerintah daerah.

Sementara dalam sambutannya, Bupati Boyolali, Seno Samodro menyampaikan terkait kebijakan dalam pelayanan perizinan di Boyolali. Bupati Seno juga menyampaikan berbagai langkah kebijakan berupa penyederhaaan Perda perizinan serta mengefisienkan waktu dalam pelayanan perizinan. “Selain itu Satker harus berlomba untuk membuat inovasi, ide untuk kepentingan masyarakat [sehingga] pelayanan dapat seefisen mungkin,” terang Bupati. (*mjk/dst).

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top