BOYOLALI PERINGATI HARI AIDS SEDUNIA

BOYOLALI PERINGATI HARI AIDS SEDUNIA
Posted in Informasi
Posted on: December 1st, 2016 Oleh Administrator

Peringatan hari AIDS sedunia dilaksanakan di Panti Marhein kabupaten Boyolali, Kamis (01/12). di hadiri oleh Wakil Bupati M. Said Hidayat , Dandim 0724 Boyolali beserta jajaran. Masyarakat dihimbau agar tidak mengucilkan para penderita HIV/AIDS Mereka perlu mendapatkan dukungan moral. Imbauan itu dikemukakan Wabup Boyolali, M Said Hidayat dalam peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiaptanggal 1 Desember.  Dijelaskan, saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV/AIDS secara total. Penderitanya harus mengonsumsi obat seumur hidup untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk itu, langkah paling tepat adalah berupaya menghindari jangan sampai terkena penyakit tersebut. “Penanggulangan HIV/AIDS menjadi tanggungjawab bersama pemerintah dan seluruh masyarakat,” ujar Wabup.

Sementara itu, Dandim 0724 Boyolali, Letkol Arh Nova Mahanes Yudha selaku panitia kegiatan mengajak seluruh masyarakat untuk turut berupaya agar tidak terjadi penularan penyakit HIV/AIDS. Pihaknya mengingatkan seluruh jajarannya dan masyarakat agar menghindari kegiatan sex yang berisiko.  “Hal terbaik adalah tetap setia dengan pasangan dan keluarga.” Ungkapnya  dr Budiyanto memaparkan, perilaku sex menyimpang menjadi penyebab terjadinya penularan HIV/AIDS. Dari beberapa pasien yang berobat di RSU Pandan Arang, beberapa pasien melakukan sex menyimpang seperti homoseksual.

pekerja Seks Komersial juga termasuk risiko tinggi terkena HIV/AIDS. “Bahkan, biasanya yang mudah terkena justru PSK yang berwajah cantik. Mengapa ? Sebabnya adalah, PSK yang wajahnya cantik lebih sering dibooking pelanggan sehingga lebih rentan terkena HIV/AIDS.” kisah dr Budiyanto. Dari data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Boyoali sebanyak 80 penderita HIV/AIDS di Boyolali meninggal dalam rentang waktu tahun 2005 hingga bulan Juni 2016.

Adapun total penderita HIV/AIDS di Boyolali tercatat sebanyak 310 orang. Para penderita HIV/AIDS meninggal dikarenakan kondisi kesehatnnya yang sudah melemah. Untuk itu, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) harus memeriksakan kesehatan secara rutin.  Untuk wilayah Kabupaten Boyolali bisa periksa di RSU Pandan Arang Boyolali, Puskesmas I Boyolali, Puskesmas Banyudono I, RSU Andong, RSU Simo dan Puskesmas Ngemplak. Mereka akan diberi obat yang harus dikonsumsi terus- menerus.  Saat ini, jumlah penderita HIV/ AIDS paling tinggi di Kecamatan Boyolali Kota yang mencapai 29 pasien. Kedua Kecamatan Ampel dengan 25 pasien, disusul Kecamatan Mojosongo dan Banyudono masing – masing terdapat 19 penderita. Paling sedikit di Kecamatan Selo yang hanya 2 orang

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top