BARU 10 PERSEN SAMPAH YANG BISA DIKELOLA SETIAP HARINYA  

BARU 10 PERSEN SAMPAH YANG BISA DIKELOLA SETIAP HARINYA   
Posted in Informasi
Posted on: January 8th, 2018 Oleh Administrator

BOYOLALI – Rumah tangga saat ini masih menjadi produsen sampah terbesar. Hal tersebut menjadikan sampah menjadi permasalahan lingkungan yang harus bisa ditekan. Dalam sehari di Kabupaten Boyolali baru bisa mengangkut 60 hingga 70 ton sampah. Sementara Unit Pelaksana Teknis Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Winong, Boyolali baru bisa memproses lima sampai enam ton per hari. Hal tersebut disampaikan Kepala UPT TPA Winong, Suwarno di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Senin (8/1).

Sampah yang masuk ke TPA rata-rata 70 ton per hari dengan komposisi 40 persen organik, 60 persen anorganik. Dari 70 ton sampah tersebut kita baru bisa memproses 5-6 ton perhari untuk diolah menjadi pupuk kompos,” terang Suwarno.

Pihaknya juga memanfaatkan sampah organik yang diolah menjadi pupuk cair yang digunakan untuk memupuk taman kota. Pupuk yang dapat diproduksi sebanyak 1-1,5 ton per hari.

Seiring masih minimnya kemampuan dalam mengolah sampah, Suwarno menghimbau rumah tangga untuk dapat membantu petugas dalam mengelola sampah. Mengingat saat ini jumlah petugas yang produktif mengelola sampah baru 12 orang termasuk yang mengurusi administrasi. Secara ideal pihaknya berharap memiliki 25 orang petugas produktif yang mampu mengolah sampah hingga 40 persen setiap harinya.

“Kita sering mensosialisaikan ke tingkat kelurahan untuk mengurangi sampah dari sumbernya. Ada pemilahan sampah ada dua yakni organik dan anorganik setelah itu pembuangannya juga dipilah,” imbuhnya.

 

Sementara untuk sarana dan prasarana pendukung, terdapat satu unit ekskavator, empat unit truk yang akan beroperasi mengambil sampah dari pukul 06.00 hingga 10.00 WIB setiap harinya dan 15 unit armroll.

TPA Winong menurut Suwarno memiliki luas area 3,7 hektare (ha). Namun saat ini lahan yang digunakan atau zona aktif baruseluas 0,8 ha. Namun demikian pihaknya juga mendukung berbagai daerah dalam mengajukan permohonan Tempat PengolahanSampah Terpadu (TPST) di wilayah kecamatan.

 

Pengembangan TPA terpadu saat ini di wilayah kecamatan Karanggede, Doplang, Tawangsari [Kecamatan Teras], dan dalam waktu dekat di wilayah Cepogo,” pungkasnya.

DCIM100MEDIADJI_0312.JPG

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top