ANGKA PERNIKAHAN DINI DI BOYOLALI TERUS DITEKAN

Posted in Informasi
Posted on: October 19th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI : Kasus pernikahan dini di Boyolali terus ditekan angkanya. Tahun ini, angka pernikahan dini yang terjadi di Boyolali berhasil turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Kabid Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Anak  (DPPKAB) Boyolali, Dinuk Prabandini, menyebutkan pernikahan yang melibatkan anak-anak dibawah umur diakuinya masih terjadi. Namun, jumlahnya perlahan menurun dari tahun ke tahun.

“Kami terus berupaya memberikan sosialisasi, pemahaman ke masyarakat khususnya tingkat keluarga dan lingkungan untuk menekan terjadinya pernikahan dini,” ungkap dia.

Dijelaskan Dinuk, penting bagi keluarga dan masyarakat untuk memberikan perlindungan kepada anak. Terkait ini, orang tua perlu untuk dibekali dengan pengetahuan yang memadai dalam mendidik anak. Salah satunya yakni dengan optimalisasi pemberdayaan keluarga.

Guna mendukung langkah ini, pihaknya terus menjalin komitmen dengan pemerintah desa bahkan hingga tingkat rukun tetangga demi terjaminnya hak-hak serta perlindungan anak. Selain itu, kerjasama dengan pihak sekolah juga terus dilakukan guna bersama-sama mewujudkan sekolah yang ramah anak.

“Harapan kami ke depan dan seterusnya tidak ada lagi yang menikah dini,” terang dia.

Sementara itu periode Januari hingga September kemarin tercatat sebanyak 59 pasangan di bawah umur yang melangsungkan pernikahan dengan dispensasi nikah dari Pengadilan Agama Boyolali. Jumlah tersebut menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 63 dispensasi nikah yang dikeluarkan Pengadilan Agama.

Ketua PA Boyolali, Syamsul Aziz mengungkapkan sesuai UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, pernikahan hanya boleh dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang sudah cukup umur. Dimana usia minimal untuk menikah yakni 19 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk perempuan.

Namun undang-undang memperboleh anak yang belum umur nikah asal mendapatkan persetujuan PA dengan mengajukan permohonan dispensasi. Salah satunya dispensasi diberikan apabila kondisi anak sudah mengandung atau hamil.

Masih terjadinya pernikahan dini ini terang Syamsul, salah satunya akibat dari mudahnya akses informasi di masyarakat, terutama melalui gadget yang bebas dimiliki anak-anak. Perkembangan teknologi juga membawa pengaruh negatif, terlebih diiringi dengan kurang kontrolnya orang tua dalam pengawasan terhadap anak. (ARB)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top