ALANG – ALANG : DULU DIREMEHKAN KINI SUKSES OLAH LELE JADI MAKANAN BERNILAI PRODUKTIF

ALANG – ALANG : DULU DIREMEHKAN KINI SUKSES OLAH LELE JADI MAKANAN BERNILAI PRODUKTIF
Posted in Artikel
Posted on: April 3rd, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Dengan penuh keyakinan dan usaha keras, Tri Wahyuni, warga Dusun Ringinsari, Desa Randusari yang masuk di wilayah Kecamatan Teras kini berhasil menjadi pengusaha paska panen pengolahan ikan lele. Diawali 2007, Tri memulai usaha pengolahan makanan berbahan baku lele ini diremehkan dan disangsikan banyak pihak. “Kita memulai usaha benar-benar tidak mendapat dukungan. Banyak pihak menyangsikan usaha ini tidak bisa berhasil,” ungkap Tri di rumahnya yang juga menjadi tempat usahanya, Senin (3/4).

 Bahkan dari keluarga Tri sendiri juga menyarankan usahanya tidak diteruskan karena hanya sia-sia. Karena hal itulah Ia menamai produknya dengan nama Alang-Alang Tumbuh Subur. “Hal ini yang diambil dari filosofi tumbuhan alang-alang tidak peduli musim hujan dan kemarau dan dianggap tanaman tidak berguna,” imbuh Tri. Selain itu untuk Tumbuh Subur pihaknya berharap usahanya akan berjalan terus dan tumbuh berkembang dari waktu ke waktu.

 Dari bahan baku lele dumbo, usaha ini menghasilkan produk andalan berupa abon dan kripik ikan lele. Termasuk pula produk lain seperti kerupuk, stik, lele asap dan bakso. “Produk unggulan kami adalah abon dan kripik lele yang dinamai crispy fin berbahan baku sirip ikan lele,” kata Tri menambahkan. Ia mengatakan dalam sirip lele terdapat kalsium yang membantu proses tumbuh kembang anak dan konsumsi ibu hamil.

 Disinggung mengenai keunggulan produk Alang-Alang yang mengambil bahan baku lele dari Kampung Lele Tegalrejo;Sawit ini menonjolkan dalam hal citarasa. Pihaknya mengolah ikan yang dikenal amis dan tidak suka lele. Tri telah membuat resep dengan eksperimen yang akhirnya menemukan citarasa berkualitas. Selain itu produknya juga menjadi snack yang menjamin bernilai gizi tinggi.

 Untuk distribusi produknya, Tri melakukan pengiriman ke berbagai kota di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta.disamping itu juga akan mengandalkan penjualan melalui online dan metode konvensional baik di pasar modern maupun tradisional.

 Saat ini, Alang-Alang telah memiliki 12 pekerja yang membantu produksi yang bisa mencapai 2,4 ton dalam sebulan ini. Karyawannya terbagi dalam produksi, administrasi dan kreatif serta sales dan tenaga counter. Sementara untuk harga, produk Alang-alang sangat terjangkau dari kemasan praktis seharga Rp 2500 hingga Rp 20 ribu.

 Kendala yang dihadapi Alang-alang, Tri menjelaskan terkait menyeimbangkan produksi dan pemasaran. “Kadang produksi tinggi, namun pemasaran belum seimbang. Disini kami mencoba mengembangkan produksi dan jangkauan pasar lebih luas,” terang Tri.

 Ditanyai harapan Alang-Alang, pihaknya mengharap usahanya dapat tumbuh besar, bisa menjadi usaha yang menjadi kebanggaan dan tumbuh skala yang lebih besar lagi di tingkat nasional. Di samping itu dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dan menambah tenaga kerja.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top