AKSI CEPAT TANGGAP PEMKAB BOYOLALI ATASI KEKERINGAN DI BEBERAPA WILAYAH

Posted in Informasi
Posted on: August 25th, 2017 Oleh Administrator
BOYOLALI : Pemkab Boyolali bertindak cepat menindaklanjuti dampak bencana kekeringan yang mulai dirasakan warga. Bantuan droping air bersih sudah mulai didistribusikan ke sejumlah wilayah yang dilanda kekeringan.
Menurut Kabag Kesra Setda Boyolali, Hendrayanto B.L, droping air bersih mulai dilakukan sejak awal pekan kemarin. Sasaran droping air bersih yakni sejumlah wilayah di Kecamatan Wonosegoro. Droping air bersih ini dilakukan menyusul adanya permintaan dari sejumlah desa di Wonosegoro yang terdampak kekeringan.
“Sejauh ini yang sudah mengajukan baru desa-desa di Kecamatan Wonosegoro, dan sudah langsung kami tindaklanjuti dengan droping bantuan air bersih,” ungkap Hendrayanto.
Droping bantuan air bersih di antaranya ditujukan ke Desa Kalinanas dan Gilirejo, kemudian dilanjutkan ke Desa Jatilawang dan Bandung; Bojong dan Ketoyan; serta Desa Garangan dan Gunungsari; juga Desa Bengle dan Bercak. Distribusi air bersih ini lanjut Hendrayanto, dilakukan mulai senin (21/8) kemarin hingga Jumat (25/8).
Untuk keperluan distribusi, sementara ini pihaknya juga sebatas menggunakan armada milik PUDAM Boyolali. Namun jika permintaan bantuan air bersih di kemudian hari semakin bertambah, pihaknya akan bekerja sama dengan BPBD Boyolali.
Dijelaskan Hendrayanto, selain wilayah Wonosegoro, wilayah yang biasa dilanda bencana kekeringan antara lain yakni wilayah kecamatan Juwangi, Kemusu, dan Musuk. Tetapi sejauh ini permohonan bantuan air bersih baru dari wilayah Wonosegoro.
Menyusul mulai berdampaknya bencana kekeringan di wilayah Boyolali, Hendrayanto terus mendorong agar para camat di wilayah yang terdampak kekeringan, segera mengajukan permohonan bantuan air bersih ke Pemkab supaya dampak kekeringan dapat diantisipasi sejak dini.
Hanya saja diakui Hendrayanto, droping air bersih untuk setiap desa sementara ini baru dua truk tangki dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter.
Sementara itu, untuk menjangkau wilayah yang terlalu jauh, alternatif antisipasi dapat dilakukan pemerintah desa setempat untuk mendapatkan air bersih dari sumber terdekat. Menurut Hendrayanto, Pemkab akan menanggung biaya air bersih berikut armada yang digunakan tersebut.
“Jika dirasa menjadi terlalu mahal kalau dikirim dari sini, boleh mengambil air dari sumber terdekat,” imbuh dia. (AR)

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top