ADIK BAYU PAMUNGKAS , URUNG MUNDUR DARI TIM DUTA SENI MESKI SARANA TRANSPORTASI MINIM

ADIK BAYU PAMUNGKAS , URUNG MUNDUR DARI TIM DUTA SENI MESKI SARANA TRANSPORTASI MINIM
Posted in Informasi
Posted on: June 11th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Audisi Duta Seni dan Misi Kebudayaan 2017 telah menentukan 18 siswa terpilih. Ratusan siswa dari berbagai sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Boyolali menjalani tahapan audisi dengan ketat. Setelah terbentuk tim ini yang akan diberangkatkan ke sejumlah negara di Eropa tersebut, latihan intensif dilakukan selama tiga kali dalam sepekan. Setiap hari Rabu, Sabtu dan Minggu sore seusai jam sekolah, mereka berlatih di Pendapa Rumah Dinas Wakil Bupati Boyolali. Sementara untuk bulan Ramadan ini hanya pada hari Sabtu dan Minggu.

 Dari 18 siswa terpilih tersebut, terdapat satu orang yang hampir mengundurkan diri. Hal tersebut dilakukan Adik Bayu Pamungkas dikarenakan minimnya akses transportasi menuju tempat latihan dari sekolahnya di SMKN 1 Kemusu ataupun tempat tinggalnya di Pilangrejo; Kecamatan Juwangi. Siswa kelas X jurusan Teknik Kendaraan Ringan tersebut mewakili sekolahnya bersama tiga temannya namun hanya Ia yang berhasil lolos. “Perasaan senang, bahagia dan tidak mengira bisa lolos,” terang Bayu, sapaan akrabnya disela istirahat latihannya, Jumat (9/6).

 Disinggung mengenai niatnya untuk mundur dari tim duta seni, anak bungsu dari empat bersaudara ini menyampaikan karena selain fisiknya terkuras dan perjalanan jauh menuju tempat latihan. “Mengingat latihan dilakukan sore habis pulang sekolah dan pulang malam tidak berani karena melewati hutan,” imbuhnya.

 Melihat gelagat siswa tersebut, Pemkab Boyolali mencarikan solusi agar Bayu bisa tetap bergabung bersama timnya. Menurut Bayu, Ia kini diantar pihak sekolah ketika berangkat latihan. Sementara untuk pulangnya dijemput dari pihak Kantor Kecamatan Juwangi untuk diantar ke rumahnya. “Untuk pulangnya kadang dijemput disini [tempat latihan] kadang di Simo setelah membonceng teman yang juga latihan rumahnya di Simo,” terangnya.

 Ketiadaan akses transportasi mengingat keluarganya hanya memiliki satu unit sepeda motor dan dipakai sang kakak untuk bekerja. Sementara kalau kendaraan umum sudah tidak tersedia pada malam hari selepas latihan.

 Adanya solusi yang telah membantunya, membuat Bayu semakin giat latihan dan tidak patah semangat. “Bapak saya tukang tambal ban sementara ibu menjaga  warung di rumah dan saya ingin membuatnya bangga,” tegas Bayu mantab.

 Hal itu akan diwujudkan sesuai dengan nasehat dan pesan orangtuanya yang selalu mendukung niat dan usahanya membangun impian menuju pentas dunia. Andik Bayu Pamungkas dan 17 temannya akan membawa nama Boyolali dalam lawatannya mengenalkan budaya dan kesenian Boyolali. Direncanakan pertengahan Juli mendatang tim Duta Seni dan Misi Kebudayaan tahun 2017 akan melawat ke Austria

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top