9.940 KK BABS BOYOLALI HARUS SELESAI SEPTEMBER

9.940 KK BABS BOYOLALI HARUS SELESAI SEPTEMBER
Posted in Informasi
Posted on: July 18th, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Untuk mendukung percepatan target Universal Access Sanitasi 2019, diperlukan upaya peningkatan akses masyarakat terhadap air minum layak dan sanitasi yang aman, layak dan berkelanjutan. Salah satu kegiatan pokok yang penting yakni mengupayakan Desa/Kelurahan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF).

 Hingga saat ini baru Kabupaten Grobogan yang telah berstatus ODF dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah sejumlah 35. Selanjutnya untuk tahun 2017 ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong tujuh Kabupaten/Kota untuk sudah ODF pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional pada November mendatang. Ketujuh daerah tersebut yakni Kabupaten Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Sukoharjo, Rembang dan Kota Surakarta serta Kota Semarang.

 Berdasarkan data, Kabupaten Boyolali saat ini masih tercatat sebanyak 9.940 Kepala Keluarga (KK) yang melakukan praktek BABS. Dari jumlah sebanyak itu terbagi dalam 12 Kecamatan di 67 Desa/ Kelurahan. Adapun tujuh kecamatan yang sudah ODF yakni Andong, Boyolali, Cepogo, Musuk, Ngemplak, Selo dan Simo.

 “Boyolali kami dorong ikut dalam pencanangan ODF pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional,” terang Staf Ahli Gubernur Jawa Tengah Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan Kelembagaan, Taufik Hidayat dalam acara audiensi dengan Wakil Bupati Boyolali serta Ketua DPRD Kabupaten Boyolali di Semar Resto Boyolali, Selasa (18/7) dalam kegiatan pencanangan Sukarelawan Kader Muda Desa Siaga (SUKMADESI) dan menyongsong Boyolali ODF Tahun 2017. Perlunya status ODF tersebut diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan yang berakibat pada timbulnya penyakit disentri.

 Taufik menambahkan untuk menuju ODF, harus bekerja ekstra dalam tiga bulan ke depan. Akan ada tim verifikasi yang diharapkan September akhir sudah selesai. “Selanjutnya tidak hanya selesai, tapi sesudahnya ada perubahan-perubahan sehingga masyaratkat semakin sehat,” imbuh Taufik

 Untuk itu pihaknya meminta Pemkab menerapkan strategi dan kebijakan agar bisa menuntaskan BABS di Boyolali yang masih tersisa 3,7 persen tersebut.

 Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat meminta keikhlasan semua pihak untuk ikut bergerak bersama, termasuk lini swasta. “Ada 67 Desa yang harus diselesaikan. Para Camat harus segera mengkomunikasikan dan menyelesaikan [sehingga] masyarakat akan hidup sehat dan lingkungan menjadi sehat,” terang Wabup.

Wabup Said juga menambahkan bahwa BABS harus dikikis habis karena bukanlah sebuah kearifan lokal. “BABS ini bukan kearifan lokal, kearifan lokal itu dalam membangun dan berbudaya,” imbuh Said.

Berbagai peluang yang bisa dimanfaatkan untuk bisa menuntaskan ODF antara lain dengan menggandeng pihak swasta serta pemanfaatan Dana Desa. Dinkes Kabupaten Boyolali berharap Dana Desa bisa dimanfaatkan dalam program kesehatan dimaksud. “Perlu adanya penguatan akurasi penggunaan Dana Desa sebagai pendorong kegiatan ODF,” ungkap Kepala Dinkes Boyolali Ratris S Lina. Pihaknya akan mengupayakan dua kegiatan berupa perubahan perilaku BABS menjadi buang air besar di jamban. Selain itu juga akan mengusahakan adanya jamban untuk seluruh warga masyarakat Boyolali yang belum memiliki jamban.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top