Rp 18 M UNTUK 6.000 SAMBUNGAN BARU AIR BERSIH DI BOYOLALI

Rp 18 M UNTUK 6.000 SAMBUNGAN BARU AIR BERSIH DI BOYOLALI
Posted in Informasi
Posted on: May 22nd, 2017 Oleh Administrator

BOYOLALI – Sesuai dengan visi dan misi Bupati Boyolali dalam menyediakan air bersih, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Ampera Boyolali terus bergerak mewujudkan ketersediaan air bersih di Boyolali. Disampaikan Direktur Utama PUDAM Tirta Ampera, Cahyo Sumarso, di ruang kerjanya, Senin (22/5), saat ini capaian sambungan rumah (SR) yang telah diwujudkan PUDAM rumah telah mencapai 52 ribu SR.  “Sambungan PUDAM ke rumah warga saat ini mencapai 52 ribu atau 300 ribu jiwa yang sudah diairi,” terang Cahyo. Pihaknya mengakui baru bisa melayani 70 persen cakupan layanan air bersih di Boyolali. Namun demikian BUMD di Boyolali tersebut berusaha untuk melayani 100 % sambungan air bersih masyarakat Kota Susu.

 Lebih lanjut Cahyo menambahkan, keteredian air bersih tidak semua dilayani pihaknya namun dilayani dari Pamsimas dan swadaya masyarakat. Sementara untuk bisa meningkatakan cakupan layanan air bersih tersebut, PUDAM sejak 2010 lalu telah menggandeng negara maupun donatur untuk anggaran penyediaan air bersih. Program dimaksud yakni Sambungan Rumah-Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SR-MBR). “Pada tahun lalu 2010 hingga 2014, MBR dengan dana dari Kementerian PU, Bappenas, Kemenkeu dan Ausaid. Sementara untuk tahun 2015 hingga 2017 ini murni APBN dari kementerian/lembaga tersebut,” terang Cahyo.

 Untuk tahun 2017 ini, pihaknya telah mengajukan usulan sebanyak 6000 SR-MBR. Program MBR dihargai negara sebesar Rp 3 juta per sambungan. Jadi pihak PUDAM Boyolali memperoleh anggaran sebesar Rp 18 miliar untuk mewujudkan 6000 sambungan air bersih baru di Boyolali.

 Disinggung mengenai capaian yang telah diraih, PUDAM Boyolali saat ini baru memperoleh 4500 calon pelanggan dari target 6000. “Dimulai sejak Januari lalu dalam perjalanan baru mencapai 4500 dari data yang kami pasang semoga kekurangan 1500 masih mencoba mencari pelanggan yang lain sampai September,” imbuh Cahyo.

 Kendala memenuhi target tersebut, diyakini Cahyo karena ketersediaan air bersih di Boyolali sudah terpenuhi baik dengan sumur, Pamsimas maupun swadaya masyarakat.

 Kemudian bagi pelanggan yang berminat dengan program SR-MBR ini diminta mendaftar di kantor PUDAM Boyolali dengan menyerahkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk. Selanjutnya calon pelanggan yang bersangkutan akan didata dan diverifikasi untuk proses lebih lanjut.

 Dalam program MBR ini akan diverifikasi dengan pengecekan lokasi, dengan melihat kondisi masyarakat secara langsung oleh tim yang memeriksa. Sementara kewajiban calon pelanggan hanya membayar biaya sambungan sebesar Rp 999.920 yang bisa diangsur. Besaran tersebut lebih murah dari biaya sambungan regular yang bisa mencapai minimal Rp 1,5 hingga 1,7 juta per sambungan.

 “Uang muka minimal Rp 249.920 dan sisanya Rp 750 ribu bisa diangsur atau dicicil tiap bulan maksimal selama 20 kali,” tandas Cahyo.

Kategori

Informasi Terbaru

Video Terbaru


Back to Top